Teknik Nonton MotoGP Segera Dengan Biaya Murah

Akhir akhir ini makin banyak pecinta MotoGP Nusantara yang ingin menonton MotoGP secara refleks. Karena jaraknya paling menempel banyak penghobi MotoGP yang memilih merenung langsung pada Sirkuit Sepang Malaysia. Akan tetapi banyak juga yang mengurungkan niatnya lantaran apabila lewat travel agent mutu yang ditawarkan agak sedikit. Rata - rata mutu yang ditawarkan kisaran Rp. 7 Jutaan keatas sepanjang 3 tarikh 2 malam (datang di dalam hari Sabtu balik Senin), bahkan terdapat yang semuanya 2 hari 1 malam dengan mutu yang sama (datang sabtu, balik minggu malam). Padahal jika tanpa agent, saya sering spend kurang dari Rp. 7 juta selama 5 hari 4 malam.

Lalu Tips Nonton MotoGP Sederhana

1. Memo tiket suntuk - jauh hari.



Hamparan MotoGP Malaysia biasanya digelar bulan oktober minggu buncit (jadwal siap dilihat di motogp. com tahun 2015 digelar 23-25 oktober ). Jadi tiket pesawat & tiket merasuk ke gelanggang bisa dipesan jauh - jauh perian (bulan maret sampai mei sering tersedia promo dalam oktober). Tahun lalu (2014) saya dapet promo Malaysia Airline Denpasar - KL seharga Rp 1, 5 Juta return atau temen saya dapet promo Tirta Asia Rp 1, 2 Juta return (tujuan sama).

2. Cari hotel yang dekat menggunakan public transport dengan pajak miring.

Pada KL tidak sedikit pilihan pesanggrahan dengan martabat miring, terpusat di kawasan Bukit Bintang, KL Konsentrasi, Pudu Besar, KLCC. Saya pernah mengetes di semua daerah yang saya ujar, tapi sejak 2010 hamba lebih terkadang menginap di KL Konsentrasi (saya sedang menonton sejak 2008) dikarenakan sangat menempel dengan public transport & banyak sohib - teman dari Nusantara yang juga menginap di daerah itu. Harganya bervariasi start 60rban hingga diatas 2 jutaan permalam, dari mutu dormitory ampe bintang 5 pun terdapat.

3. Non takut http://www.rungansport.com gunakan public transport.

gpargentina_ds-_s1d9483_original.jpg" width="259" />

Awal - awal ke KL tahun 2008 aku selalu mempergunakan taxi utk bepergian, yang ada budget akhirnya mencelat. Hari prima, sehari langsai Rp. 750 ribuan sama sekali untuk taxi. Padahal waktu itu taksiran sehari Rp 500rb udah termasuk merampas.